• Home
  • About Us
  • CATEGORIES
    • WORK
    • TRAVEL
    • BEAUTY
    • ETC
  • Features
    • Books
    • Movies
    • Music
    • OUT AND ABOUT
      • Eat
      • Stay
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
  • By Author
    • Amanda
    • Dewanti
    • Christie
    • Mutiara
    • Noriko
    • The Working Girls
  • Social
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Contact Us

The Working Girls

for all the working girls trying to survive the world




 
India and its vibrant colors. (Agra Fort, 2016)


Kejadiannya sudah 6 bulan yang lalu saat pelecehan seksual itu saya alami, namun masih membekas diingatan ini bagaimana laki-laki itu mengambil kesempatan saat saya sedang tertidur pulas di kamar hostel saya di India. Tidak, saya tidak mabuk. Baju tidur yang saya pakai pun celana panjang dan kaos kebesaran. Tapi nyatanya, saya menemukan laki-laki itu mengangkat tangannya dari kaki saya dan pergi begitu saja setelah akhirnya saya terbangun.

Jam 3 pagi saat itu dan sulit untuk saya mencerna apa yang baru saja terjadi. Saya menangis dan gemetar memikirkan apa yang akan terjadi jika tadi saya tidak bangun. Pagi harinya saya menceritakan kejadian itu ke dua teman yang kebetulan menjadi teman perjalanan saya. Kebetulan hari itu hari terakhir kami ada di Jaipur, sebelum keluar saya memutuskan untuk melaporkan hal tersebut ke staff hostel, saya ingin memastikan apakah ia melihat siapa laki-laki yang semalam masuk ke kamar. Sayang, petugas itu juga tidak melihat karena ia pun sudah tidur. Karena masih sedikit shock dan tidak tau apa lagi yang harus dilakukan, saya akhirnya memutuskan untuk melupakan kejadian semalam.

Namun tidak dengan teman saya, ia memaksa staff hostel untuk melapor ke atasannya dan menanyai tamu lain satu per satu supaya saya bisa menemukan laki-laki itu. Ia tegas mengatakan kejadian ini tidak seharusnya terjadi dan harus diselesaikan. Tanpa ingin membuat usahanya sia-sia, saya meminta teman saya untuk berhenti. Saya hanya ingin keluar dari tempat itu secepat mungkin dan melupakan apa yang terjadi semalam. Saya tidak mau masalah ini menjadi semakin panjang.

Teman saya kecewa, dia ingin saya tetap berjuang. Saya pun sadar, seharusnya saya tetap berjuang.

Sejak kembali ke Indonesia beberapa hari setelahnya, tidak satu haripun saya berhenti menyesal mengapa saat itu saya lebih memilih diam dan melupakan kejadian tersebut. Seharusnya saya memaksa staff hostel untuk membantu saya mencari laki-laki itu dan melakukan perlawanan. Seharusnya saya segera melapor ke pemilik hostel agar ia dapat memastikan hal yang saya alami tidak akan dialami orang lain. Saya menyesal mengapa saya lebih memilih pergi seakan kejadian itu wajar saja terjadi.

Untuk teman-teman semua terutama perempuan yang senang bepergian, pesan saya supaya lebih berhati-hati lagi dalam memilih penginapan. Apalagi jika kalian solo traveller dan memilih tinggal di hostel untuk menghemat budget. Pastikan hostel kalian punya review yang baik dan tingkat keamanan yang tinggi. Jangan mementingkan harga murah namun tidak peduli dengan keamanan dan kenyamanan. Saya menganggap apa yang terjadi kemarin adalah kesialan, ya, shit happened. Tapi kejadian itu akan saya jadikan pembelajaran agar lebih waspada dan tidak lengah.

Setelah apa yang saya alami saat itu, saya semakin menyadari bahwa pelecehan seksual bisa terjadi kapanpun, di manapun, dan kepada siapapun. Perempuan tidak akan pernah merasa aman selama laki-laki masih menganggap pelecehan seksual itu sah-sah saja karena perempuan akan diam saja. Perempuan masih harus sibuk memilih baju yang ‘pantas’ supaya tidak mendapat siulan saat berdiri di pinggir jalan. Perempuan masih akan tetap menjadi korban selama laki-laki masih menganggap pelecehan seksual pantas dilakukan karena perempuan yang mengundang.

Untuk semua perempuan yang pernah mengalami pelecehan seksual, jangan pernah lagi kalian diam. Melawanlah. Kita tidak akan langsung mendapat respon positif saat kita melawan. Mereka mungkin akan tertawa, atau justru makin gencar menggoda. Kita akan disebut melebih-lebihkan atau justru kita yang disalahkan. Namun jangan pernah diam, jangan. Jangan pernah diam saat dilecehkan sampai hal itu menjadi kebiasaan. Jangan pernah diam saat dilecehkan sampai akhirnya mereka yang akan diam.

Untuk semua perempuan, keep in mind that this is our battle. Kita bukan dan tidak boleh menjadi objek kesenangan para lelaki. Tubuh ini milik kita sendiri dan bukan untuk dinikmati. So why choose golden when your voice could be a diamond?

- Christie
Wrote by The Working Girls
Older Posts Home

THE WORKING GIRLS

THE WORKING GIRLS
a lifestyle blog for working girls in Jakarta by us five working girls: Noriko, Mutiara, Christie, Dewanti, and Amanda

POPULAR POSTS

  • Pengalaman Seleksi Kementerian Luar Negeri (yang ternyata sudah) 3 Tahun yang Lalu
    “Tes masuk Kemlu susah ngga sih?”
  • Pengalaman BTS Wings Tour Live in Jakarta part 2 (Concert Time)
    “BTS are Dope”
  • Pengalaman BTS Wings Tour Live in Jakarta part 1 (Pre Concert)
    Akhirnya saya balik lagi nulis di blog ini, setelah kemaren – kemaren gak ada ide sama sekali. Kali ini saya mau bahas pengalaman saya nont...
  • My Top 5 Indonesian Drugstore Beauty Products
    Halo semuanya! Hari ini aku mau membahas sesuatu yang aku sukaaa sekali, yaitu tentang beauty products. Pasti banyak dari kalian yang ...
  • Review: Hostel di Korea Yang Cocok untuk Belanja Online - Seoul Grand Hostel Ewha Univ
    Akhirnya ngepost lagi sejak post terakhir tahun 2017, emang begini nasib blog nya kalo dipegang sama wanita - wanita wacana LOL. Sekar...
  • Why do Men Catcall? (Being Catcalled in Indonesia)
    Why do men catcall? Ini adalah salah satu pertanyaan yang selalu muncul di kepala gue dan sampai sekarang gue masih belum ...
  • Tips Beasiswa LPDP - Step 1: Persiapan
    Saya (di belakang banget) beserta penerima beasiswa LPDP PK-63 lainnya (Facebook PK-63 Satya Nagari) Halo! Kurang 2 minggu lagi s...
  • The Working Girls
    Thought we should start every blog with an introduction, shouldn't we? The Working Girls consists of five girls who met during our ...
  • In Sexual Harassment, Silence is Never Golden
      India and its vibrant colors. (Agra Fort, 2016) Kejadiannya sudah 6 bulan yang lalu saat pelecehan seksual itu saya alami, ...
  • Solo Trip to Chiang Mai
    Jadi trip nya ke Solo atau ke Chiang Mai? (Man, plz.)

CATEGORIES

  • By Amanda
  • By Christie
  • By Dewanti
  • By Mutiara
  • By Noriko
  • By TheWG
  • drugstore makeup
  • education
  • feminism
  • food
  • freelancer
  • India
  • indonesia
  • jakarta
  • Kemlu
  • law
  • LPDP
  • makeup
  • music
  • netherlands
  • other
  • pendidikan
  • rape
  • rape culture
  • recommendation
  • review: accommodation
  • review: beauty
  • review: concert
  • scholarship
  • studi magister
  • Thailand
  • travel
  • victim
  • woman
  • women
  • work
  • Yogyakarta

ARCHIVES

  • ▼  2019 (1)
    • ▼  December (1)
      • Review: Hostel di Korea Yang Cocok untuk Belanja O...
  • ►  2017 (5)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2016 (13)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)

CONTACT US

Name

Email *

Message *

#THEWORKINGGIRLSS

Copyright © 2015 The Working Girls. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates